Di dalam Windmühl (Kincir angin) terdapat kamar tidur, kamar makan, dapur, selayaknya rumah biasa.
Mittwoch, 26. August 2015
Kincir Angin - Kinderdijk
Di postingan sebelumnya, saya menulis tentang tour sepeda di antara hamparan bunga tulip dan menuju ke hamparan pasir putih Nordwijk.
Hari selanjutnya (setelah semalam menginap di Leiden) sekitar jam 09.00 kami bergegas meninggalkan leiden dan menuju ke Kinderwijk. Kinderdijk adalah kompleks kincir angin yang terkenal di belanda dan dibangun pada tahun 1800. 19 Kincir angin tersebut masih berfungsi dengan baik sampai sekarang. Kinderdijk terletak 15km arah selatan dari Rotterdam. Dari Leiden sekitar 62km (hampir satu jam perjalanan). Dan seperti yang sudah saya tulis, ich bin in Niederlande verliebt :P... tidak ada kata yang bisa saya ucapkan selain WOWWWWWWW!!!








kalian tidak perlu mengeluarkan isi dompet kalau hanya Mengunjungi kompleks kinderdijk, tetapi untuk masuk melihat isi di dalam gedung kincir angin tersebut (yang secara langsung adalah rumah tempat tinggal) dan menonton film sejarah Kinderdijk, maka kalian harus membayar sekitar 8,50 €.
Di dalam Windmühl (Kincir angin) terdapat kamar tidur, kamar makan, dapur, selayaknya rumah biasa.






Setelah puas mengelilingi dan melihat kompleks Kinderdijk, kami melanjutkan perjalanan ke Breda. Breda adalah salah satu kota kecil di belanda bagian selatan. Dari Kinderdijk sekitar 51 km dan hampir satu jam perjalanan. ada cerita dibalik kunjungan kami ke Breda. Di Breda, saya tidak sempat mengambil foto banyak karena pada saat itu kami memutari kota dengan sepeda dan hanya berhenti sekali di pusat kotanya untuk sekedar ngopi dan melihat orang-orang belanda yang lagi sibuk mempersiapkan Königstag (hari raja) keesokan harinya. Semuanya serba Oranye, seperti nama Raja belanda saat ini :)
Ini adalah kompleks perumahan di breda untuk para perempuan yang mengabdikan diri hidup selibat tetap mereka bukan suster.
Setelah selesai menikmati breda yang kecil aber fein, kami pun kembali ke mönchengladbach dan itulah akhir perjalanan kami selama dua hari.
Di dalam Windmühl (Kincir angin) terdapat kamar tidur, kamar makan, dapur, selayaknya rumah biasa.
Dienstag, 25. August 2015
Bunga Tulip - Sassenheim -Keukenhof-Nordwijk-Leiden
Halli Hallo....
Sudah hampir 3 tahun saya tidak menyentuh blogger ini, bukan karena sibuk tapi menyibukkan diri :D...
Tanggal 25-26 April 2015 untuk kedua kalinya saya berliburan ke negara kincir angin. Negara (yang menurut saya) tidak membutuhkan liburan karena suasana di sana sudah seperti suasana liburan, gartennya yang mungil dipenuhi bunga-bunga dan didekatnya dialiri kanal-kanal. Suasana itu yang membuat saya ingin pindah tinggal di negara tersebut, tapi sayang mahal biaya hidup di sana :D... Kembali lagi ke tema... Kali ini liburan saya disponsori (bisa dikatakan begitu :D) oleh seorang teman Jerman. Dia adalah keluarga kedua Jerman saya, namanya Thes (keluarga pertama adalah si 2 kurcaci yang selalu ngangenin :D). Saya mengenalinya bukan dari teman-teman di jerman, tapi dari keluarga di mbay flores. Ceritanya Thes lebih dulu mengenali keluarga di flores, dan kemudian dia baru berkenalan dengan saya sekembalinya ke negeri antah berantah ini.
Thes berasal dari keluarga jerman dan belanda, oleh sebab itu dia mempunyai keluarga di negara kincir angin tersebut. Karena dialah, saya berhasil mengunjungi ladang-ladang tulip yang menjadi ciri khas negara tersebut. Menurut orang banyak, tidak asyik kalau belum mengunjungi Tulpengartennya yang berada di Keukenhof. tapi walaupun demikian saya tidak merasa kecewa karena bisa melihat hamparan tulpen di mana-mana dengan warna yang cantik. Tiket masuk ke Keukenhof 15€ (sekitar Rp. 225.000), waktu itu saya lagi tidak bisa mengeluarkan uang sebesar itu karena lagi krismon (maklum harus membabu). Kita kembali lagi ke awal. Perjalanan ini dirancang oleh Thes untuk memperkenalkan saya sudut-sudut belanda yang sangat indah, yang jarang sekali dikunjungi oleh turis.
Perjalanan kami dimulai dari kota Mönchengladbach - Nordrhein Westfalen (rumah ortunya Thes). Mönchengladbach terletak di perbatasan Jerman dan Belanda. Dari Bielefeld ke Mönchengladbach (tanggal 24 april) hanya 3 jam perjalanan dengan kereta RE (kereta berkecepatan rata-rata) dan gratis karena saya mempunyai Semestertiket (Itulah salah satu keuntungan KULIah di NRW karena semesterticketnya berlaku untuk satu negara bagian tersebut). Di Mönchengladbach saya bertemu dengan Thes dan Katha (teman kuliah Thes di Mannheim - Baden Württemberg). Kami nginap semalam di sana, dan pagi-pagi sekitar jam 08.00 kami menuju ke Leiden - Belanda. Lama perjalanannya sekitar 2 jam. Di Leiden tinggal salah satu tante dari Thes dan di sanalah kami menginap. jarak dari leiden ke Keukenhof sekitar 15km. Tour kami selama di leiden dan sekitarnya adalah dengan sepeda... auf die Plätze fertig lossssss... 4 orang = 4 sepeda. Thes, Katha, Tantenya Thes, dan saya. kami melewati danau, ladang, sungai, desa, dsbnya...
dari leiden kami menuju ke Sassenheim. Di sana kami melihat tour bunga tulip, di mana mobil2 dihiasi dengan berbagai macam bunga asli (tapi sebagian besar adalah tulip). Kalian harus menyiapkan hidung kalian untuk mencium aroma bunga-bunga tersebut ;)















Setelah melihat parade tersebut,kami pun melanjutkan tour sepeda ke hamparan ladang tulip yang sangat indah... sejauh mata memandang hanyalah tulip









Kami juga melewati tulpengarten Keukenhof dan seperti biasa, penuh dengan bus tour di parkiran dan di jalan2. Setelah melewati hamparan ladang tulpen, tour kecil kami pun menuju ke pantai Nordwijk (ini pertama kalinya saya melihat pantai setelah 3 tahun :D). Nordwijk adalah pantai pasir putih dan cantik. ini kali pertamanya saya melihat dengan sendiri dan membenarkan teori-teori yang sudah saya pelajari dari SD yakni Belanda berada lebih rendah daripada laut...





Dari Nordwijk perjalanan kami pun dilanjutkan kembali ke Leiden... dengan berlawanan angin yang sedang bertiup kencang, kami pun mengayuh sepeda kembali ke kota tersebut...

Kota Leiden adalah salah satu kota termahal di belanda. Klein aber Fein ;).. Mengelilingi kota ini (menurut saya semua kota di belanda cantik kalau dibandingkan dengan jerman :D Peace) dan menikmati keindahan sore hari, membuat perjuangan kami mengayuh sepeda melawan arah angin kurang lebih 35 km (Leiden-Keukenhof=15km, Keukenhof-Nordwijk=10km, Nordwijk-Leiden=10km) terbayarkan. Perjalanan yang sangat mengesankan... dan sekedar intermezzo= diakhir perjalanan hari ini, tanpa sengaja kami berpapasan dengan kru film "Negeri van Oranje" dan Tatjana Saphira yang lagi shooting di sana. Karena terlalu lama di negara antah berantah, maka saya tidak mengetahui kalau dia artis yang lagi naik pohon, maksdunya daun :D... Karena Thes anak yang suka fotografer, maka dia lebih tertarik kepada kru film (yang saat itu lagi memegang kamera2 yang gede untuk peralatan shooting) maka si Tatjana diabaikan dari edisi Foto :D.




Kami juga melewati tulpengarten Keukenhof dan seperti biasa, penuh dengan bus tour di parkiran dan di jalan2. Setelah melewati hamparan ladang tulpen, tour kecil kami pun menuju ke pantai Nordwijk (ini pertama kalinya saya melihat pantai setelah 3 tahun :D). Nordwijk adalah pantai pasir putih dan cantik. ini kali pertamanya saya melihat dengan sendiri dan membenarkan teori-teori yang sudah saya pelajari dari SD yakni Belanda berada lebih rendah daripada laut...

Abonnieren
Posts (Atom)