Dienstag, 25. August 2015

Bunga Tulip - Sassenheim -Keukenhof-Nordwijk-Leiden

Halli Hallo.... Sudah hampir 3 tahun saya tidak menyentuh blogger ini, bukan karena sibuk tapi menyibukkan diri :D... Tanggal 25-26 April 2015 untuk kedua kalinya saya berliburan ke negara kincir angin. Negara (yang menurut saya) tidak membutuhkan liburan karena suasana di sana sudah seperti suasana liburan, gartennya yang mungil dipenuhi bunga-bunga dan didekatnya dialiri kanal-kanal. Suasana itu yang membuat saya ingin pindah tinggal di negara tersebut, tapi sayang mahal biaya hidup di sana :D... Kembali lagi ke tema... Kali ini liburan saya disponsori (bisa dikatakan begitu :D) oleh seorang teman Jerman. Dia adalah keluarga kedua Jerman saya, namanya Thes (keluarga pertama adalah si 2 kurcaci yang selalu ngangenin :D). Saya mengenalinya bukan dari teman-teman di jerman, tapi dari keluarga di mbay flores. Ceritanya Thes lebih dulu mengenali keluarga di flores, dan kemudian dia baru berkenalan dengan saya sekembalinya ke negeri antah berantah ini. Thes berasal dari keluarga jerman dan belanda, oleh sebab itu dia mempunyai keluarga di negara kincir angin tersebut. Karena dialah, saya berhasil mengunjungi ladang-ladang tulip yang menjadi ciri khas negara tersebut. Menurut orang banyak, tidak asyik kalau belum mengunjungi Tulpengartennya yang berada di Keukenhof. tapi walaupun demikian saya tidak merasa kecewa karena bisa melihat hamparan tulpen di mana-mana dengan warna yang cantik. Tiket masuk ke Keukenhof 15€ (sekitar Rp. 225.000), waktu itu saya lagi tidak bisa mengeluarkan uang sebesar itu karena lagi krismon (maklum harus membabu). Kita kembali lagi ke awal. Perjalanan ini dirancang oleh Thes untuk memperkenalkan saya sudut-sudut belanda yang sangat indah, yang jarang sekali dikunjungi oleh turis. Perjalanan kami dimulai dari kota Mönchengladbach - Nordrhein Westfalen (rumah ortunya Thes). Mönchengladbach terletak di perbatasan Jerman dan Belanda. Dari Bielefeld ke Mönchengladbach (tanggal 24 april) hanya 3 jam perjalanan dengan kereta RE (kereta berkecepatan rata-rata) dan gratis karena saya mempunyai Semestertiket (Itulah salah satu keuntungan KULIah di NRW karena semesterticketnya berlaku untuk satu negara bagian tersebut). Di Mönchengladbach saya bertemu dengan Thes dan Katha (teman kuliah Thes di Mannheim - Baden Württemberg). Kami nginap semalam di sana, dan pagi-pagi sekitar jam 08.00 kami menuju ke Leiden - Belanda. Lama perjalanannya sekitar 2 jam. Di Leiden tinggal salah satu tante dari Thes dan di sanalah kami menginap. jarak dari leiden ke Keukenhof sekitar 15km. Tour kami selama di leiden dan sekitarnya adalah dengan sepeda... auf die Plätze fertig lossssss... 4 orang = 4 sepeda. Thes, Katha, Tantenya Thes, dan saya. kami melewati danau, ladang, sungai, desa, dsbnya... dari leiden kami menuju ke Sassenheim. Di sana kami melihat tour bunga tulip, di mana mobil2 dihiasi dengan berbagai macam bunga asli (tapi sebagian besar adalah tulip). Kalian harus menyiapkan hidung kalian untuk mencium aroma bunga-bunga tersebut ;) Setelah melihat parade tersebut,kami pun melanjutkan tour sepeda ke hamparan ladang tulip yang sangat indah... sejauh mata memandang hanyalah tulip Kami juga melewati tulpengarten Keukenhof dan seperti biasa, penuh dengan bus tour di parkiran dan di jalan2. Setelah melewati hamparan ladang tulpen, tour kecil kami pun menuju ke pantai Nordwijk (ini pertama kalinya saya melihat pantai setelah 3 tahun :D). Nordwijk adalah pantai pasir putih dan cantik. ini kali pertamanya saya melihat dengan sendiri dan membenarkan teori-teori yang sudah saya pelajari dari SD yakni Belanda berada lebih rendah daripada laut... Dari Nordwijk perjalanan kami pun dilanjutkan kembali ke Leiden... dengan berlawanan angin yang sedang bertiup kencang, kami pun mengayuh sepeda kembali ke kota tersebut... Kota Leiden adalah salah satu kota termahal di belanda. Klein aber Fein ;).. Mengelilingi kota ini (menurut saya semua kota di belanda cantik kalau dibandingkan dengan jerman :D Peace) dan menikmati keindahan sore hari, membuat perjuangan kami mengayuh sepeda melawan arah angin kurang lebih 35 km (Leiden-Keukenhof=15km, Keukenhof-Nordwijk=10km, Nordwijk-Leiden=10km) terbayarkan. Perjalanan yang sangat mengesankan... dan sekedar intermezzo= diakhir perjalanan hari ini, tanpa sengaja kami berpapasan dengan kru film "Negeri van Oranje" dan Tatjana Saphira yang lagi shooting di sana. Karena terlalu lama di negara antah berantah, maka saya tidak mengetahui kalau dia artis yang lagi naik pohon, maksdunya daun :D... Karena Thes anak yang suka fotografer, maka dia lebih tertarik kepada kru film (yang saat itu lagi memegang kamera2 yang gede untuk peralatan shooting) maka si Tatjana diabaikan dari edisi Foto :D.

Dienstag, 25. Dezember 2012

Natal di Mainz

Hari Natal telah tiba, hore hore hore... Seandainya ku bisa bersorak gembira menyambut hari Natal, alangkah bahagianya... tapi natal tahun ini seperti natal tahun lalu, yang mana saya tidak mempunyai suasana Natal dalam hati... Ingin ku terbang pulang ke rumah, tapi apa daya waktu tidak memungkinkan... tapi apapun itu harus ku lakukan... Malam Natal 24 Desember saya pun melangkahkan kaki ke Mainzer Dom untuk mengikuti perayaan Natal. Misa dijadwalkan mulai pukul 17.00 waktu jerman, tapi Dom atau istilah indonesianya Kathedral sudah dipenuhi oleh orang sejak pukul 14.00, Alhasil saya yang tiba di sana pukul 15.45 tidak mendapati kursi kosong dan harus berdiri. Untuk menemani banyak orang, Anggota koor yang terdiri dari anak-anak umur 9-18 tahun melantunkan beberapa lagu natal yang membuat bulu kuduk saya merinding dan meneteskan air mata... yah saya sangat merindukan suasana natal di rumah... Koor natal berlangsung sekitar sejam dan tepat pukul 17.00 bapak Kardinal dan rombongan pun memasuki pintu gerbang gereja. (untuk diketahui dekorasi di gereja sini sangat minim, dan boleh dikatakan biasa2 saja dan tidak bisa dibandingkan dengan dekorasi natal di indonesia :)) Misa dilakukan dalam bahasa jerman (ya iyalah emang bahasa Ende :D) dan untungnya saya pun bisa memahami dan mengikuti misa tersebut, tidak seperti misa natal tahun lalu, dimana saya sama sekali gelap dengan isi khotbah karena mereka menggunakan Hochdeutsch... Misapun berlangsung dengan hikmah dan diakhiri dengan pulang ke rumah sekitar pukul 19.00... Di rumah makanan pun sudah tersajikan (Wildschweinnnn und Schnaps, lecker), tetap sebelum mulai makan dilakukan acara buka kadoooo... HOre ini saat2 yang ditunggu oleh Siri, Iona, dan ak pastinya :)... dannnnnnn kado yang kudapatkan adalah baju renang (dan kurasa baju renang ini hanya ku pakai selama di jerman karena tidak mau mendapat masalah di indo dengan orang2 F**). baju renang ini adalah ide dari Iona, karena dia sangat menginginkan sekali saya ikut ke kolam renang dengan mereka (maklum sya tidak bisa berenang, jadi saya pun menolak dg alasan tidak bisa berenang dan tidak punya baju renang)... menghadiahkan baju renang adalah secara tidak langsung menuntut saya untuk segera berlatih renang, tapi apapun itu das ist aber sehr lieb vond dir, Iona :)... hadiah yang lain berupa sarung tangan dan kaos kaki dari Ira dan Andreas, karena mereka melihat keras kepalaku di musim dingin yang tidak mau menggunakan kaos tangan dan kaos kaki tebal :D, dan yang terakhir dari Siri berupa hasil karya gambar darinya.... Danke Euch alle :)... Ach ja terakhir yang ingin saya beritahukan dan mau sedikit pamer adalah pohon natal asli dan lilin sebagai penerangnya...

Donnerstag, 6. Oktober 2011

Wandern von Ruedesheim nach Assmannshausen

Hari senin tanggal 3 Oktober 2011 adalah hari libur nasional di Jerman, karena Tag der Deutschen Einheit.. Pagi itu setelah selesai sarapan, Gastfamilie mengajakku untuk wandern di daerah Bingen.. Sekitar jam 10 pagi kami (Andreas, Ira, Iona, Siri, dan saya) berangkat dengan mobil ke daerah Bingen yang berjarak sekitar 35 km dari Mainz. Perjalanan ditempuh sekitar 25 menit melalui jalan tol. Jalan tol ini melewati Heidesheim, Ingelheim, dan Geisenheim.. Sepanjang perjalanan sejauh mata memandang hanyalah perkebunan yang sangat luas... Kami tiba di Bingen sekitar jam 10.30 dan langsung menyeberang dengan kapal kecil ke daerah Ruedesheimer yang berada di seberang (mobil ditinggal di parkiran). Penyeberangan hanya memakan waktu 7 menit. Tiba di pelabuhan, kami melanjutkan perjalanan ke dalam kota Ruedesheimer. Kota ini merupakan salah satu kota wein di wilayah Rheingau dan merupakan daerah dari negara bagian Hessen. Di dalam kota banyak sekali terdapat Kneipe dan hampir semuanya minum wein.. Banyak juga orang yang datang berkunjung hari itu (ditunjang dengan cuaca yang begitu indah). Dari kota menuju ke puncak bukit dan begitupun sebaliknya, ditawarkan 2 alternatif yaitu wandern atau mengunakan gondola. kami memutuskan ke puncak bukit dengan menggunakan gondola dan pulangnya wandern saja.. Antrian untuk naik gondola begitu panjang, dan kami harus menunggu hampir 30 menit. Tiket yang harus dibayar 4,50 euro untuk orang dewasa dan 2 euro untuk anak-anak. Saya, Ira dan Siri menggunakan sebuah gondola sedangkan Andreas dan Iona menggunakan gondola lain. Pemandangan yang disajikan begitu indah (ladang anggur yang sangat luas, sungai rhein dan kota dipinggirnya). Sesampai di puncak mulailah kami melakukan wandern... pertama yang kami lewati adalah Tempel Rebenhaus dengan latar belakang kota Ruedesheim dan lahan anggur serta sungai rhein. Selanjutnya adalah Niederwald Denkmal. Sayang sekali ketika itu Denkmalnya lagi di renovasi, jadi saya tidak bisa melihat bentuknya secara langsung :(.. dari sini hutan lindung sudah menanti kami.. baru memasuki hutan, Siri dan Iona menyarankan untuk istirahat sambil memakan bekal yang dibawa. kami hanya beristirahat sekitar 15 menit dan kemudian melanjutkan perjalanan. Ira membuka petanya dan menyarankan untuk memotong jalan ke jalur pinggir (saat itu kami jalan di jalur tengah). Baru beberapa meter jalan, Andreas mengatakan sepertinya salah jalan. Sekali lagi ira membuka petanya, dan mengatakan bahwa kami harus kembali ke jalur semula (jalur tengah), karena jalur itu yang benar. Di kanan dan kiri kami hanyalah pohon besar dan kadang-kadang jalurnya menuju ke areal perkebunan anggur. Di sepanjang perjalanan kami berpapasan dengan banyak sekali orang (opa-oma, gerombolan keluarga, muda-mudi, gerombolan sahabat). Mereka semua menikmati hari yang indah itu dengan wandern.. Di dalam hutan terdapat banyak penunjuk jalan, sehingga orang tidak akan tersesat dan satu lagi ada juga iklan tentang larangan membakar dan menebang hutan. Saat kami melewati sisi perkebunan anggur, kami melihat rumah-rumahan kecil dan ketika pintu dibuka, ternyata didalamnya adalah mesin otomatis menjual wein dan juga terdapat pengumuman bahwa yang boleh membeli hanyalah orang yang berumur 18 tahun ke atas.. Dari sini jalanan mulai menanjak ke arah salah satu reruntuhan bangunan (lupa namanya). Sungguh mengagumkan pemandangan yang di sajikin dari atas sana. Zauberhoehle merupakan tujuan berikutnya. Di sini kami melewati sebuah lorong yang sangat gelap dan tidak ada sinar apapun. 3 kali kami gagal masuk karena siri menangis ketakutan, akhirnya kali ke 4pun berhasil. itupun karena ada bantuan sinar senter. Dari jendela Zauberhoehle kita bisa melihat Burg Rheinstein yang terletak di seberang Assmannshausen. Kami juga melewati Jagdschloss dan Tierpark. Dari sini menuju Assmannshausen, jalanannya mulai menurun. mula-mula kami harus keluar dari dalam hutan lindung dan kemudian melewati hamparan perkebunan anggur. Karena kami harus mengejar schiff yang jam 4.30, maka kamipun memotong jalanan melewati perkebunan anggur, sambil tak lupa memetik anggur yang sudah siap dipanenen :). Sampai di pelabuhan kami tidak ketinggalan kapal. Rute kapalnya dari Assmannshausen menuju Burg Rheinstein dan kembali lagi ke Assmannshausen , baru kemudian menuju Bingen. Dari kapal saya bisa melihat secara jelas Maeuseturm dan Ruine Ehrenfels. Sesampai di Bingen, kami tidak langsung pulang, melainkan ke Spielplatz karena Iona dan Siri ingin main permainan air. Selama mereka bermain, saya menghabiskan waktu dngan berjalan mengelilingi area Spielplatz tersebut. Banyak orang di sana, ada yang bermain Skateboard, volly, basket, orang tua di tempat olahraganya sendiri, sepak bola, badminton, ada juga yang berjemur dan hanya duduk saja. Jam 6.30 kami meninggalkan Bingen dan menuju ke rumah... Das war toll!!! Ich bedanke mich bei Familie Kuhn fuer diese Reise. Di kapal dari Bingen ke Ruedesheim
Antrian Gondola
Di Gondola (Siri dan Ira)
Familie Kuhn di Tempel Rebenhaus
Berlatarbelakang kota tua Ruedesheim, Rhein, dan Perkebunan anggur
Bingen di kejauhan
Zauberhoehle dan Burg Rheinstein di kejauhan
Rumahan tempat mesin penjual wein otomatis
Jagdschloss
Penunjuk arah
Wandern
Assmannshausen
Kapal pulang
Denkmal Niederwald di kejauhan
Spielplatz in Bingen
Maeuseturm, Ruine Ehrenfels, dan Reruntuhan gedung di puncak (Ausblick Rossel)

Dienstag, 4. Oktober 2011

Hutan Lindung dan Wildpark Gonsenheim-Mainz part 1

Minggu (021011) adalah Wochenende dan itu berarti hari libur bagiku... Ku langkahkan kaki keluar dari pintu rumah tanpa tujuan yang pasti... Dalam perjalanan dari rumah menuju Haltestelle Dornsheimer Weg (ca.5menit) dan sambil menunggu Strassenbahn terus ku pikirkan ke mana langkahku akan berjalan.. Akhirnya ku buka peta transportasi Mainz.. Ku jatuhkan pilihanku pada Wild Park tanpa tahu tempat apakah itu... Dengan Strassenbahn No. 50 ku menuju Haltestelle Zwerchallee/Phoenix-Hallee.. Di sana ku harus berpindah bus no.62 yang akan membawaku ke Wildpark... Sesampai di sana ku memutari jalan belakang (sebenarnya tidak tau jalan itu akan menuju ke mana) yang ternyata menuju hutan lindung... Di sepanjang perjalanan ku menemui banyak orang (ada yang sendirian, bersama keluargan, dan ada pula yang bersama teman) yang lagi Fahrrad fahren, Joggen, und wandern.. Ku mengitari hampir semua jalan tanpa pasti, yang menuntunkan hanyalah petunjuk arah yang berada di semua persimpangan jalan... Yang membuatku takjub, ternyata ada juga tempat sampah, bangku, dan taman bermain untuk anak di dalam hutan tersebut (beda sekali sama indonesia).. Dan satu tidak ada sampah yang berceceran, sepanjang yang saya lihat hanyalah daun-daun yang ada di sana.... Ketika ku pulang (karena ada teman yang datang dari Wiesbaden), ku melewati sebuah areal, dan ternyata itu adalah kebun binatang... Saya hanya melihat segerombolan angsa, yang kebetulan tempatnya berada di pinggir jalan yang ku lewati.. saya tidak sempat melihat yang lain, karena jam sudah menunjukkan waktunya untuk bertemu dengan temanku itu... Di sepanjang perjalanan, ku terus memikirkan sebenarnya Wildpark itu adalah hutan lindung atau kebun binatang... Sesampai di rumah (setelah jalan-jalan bersama temanku) baru ku tahu kalau Wildpark itu adalah kebun binatang sebagai pusatnya bukan hutan lindungnya :D... Beginilah hasilnya kalau Reise ohne Ziel... (Mungkin akan ada cerita selanjutnya tentang Wildparknya)... Hutan Lindung di area Wildpark Jalan belakang
Hutan Lindung
Larangan membakar hutan dan Plakat tentang hutan
Bangku tempat beristirahat
Salah satu taman bermain
Tong sampah
Gereja dalam hutan
Aktivitas yang terjadi
Wildpark